Kiat Jitu Menjadi EDP Andal

Sebuah buku tulisan Agung Hendranto terbitan Elex Media Komputindo tahun 2006 dengan jumlah halaman 227. Buku tersebut berisikan:

  1. Sekelumit Ide Mengakali Sistem Operasi Windows
  2. Membangun Local Area Network
  3. Mengamankan dan mengendalikan komputer pada jaringan lokal
  4. Mengendalikan komputer antar kantor
  5. Merekam, mengolah dan menganimasikan tampilan monitor
  6. Mengoptimalkan penggunaan jaringan komputer
  7. Sejumlah piranti lunak pendukung kerja EDP
  8. Menguak rahasia microsoft access

 

Sekelumit ide mengakali sistem operasi windows
Pada bagian ini berisi cara menduplikasi hardisk. Caranya adalah menggunakan aplikasi norton ghost. Pada bagian ini di berikan juga langkah-langkahnya. Selain memberikan cara membackup/duplikasi hardisk, diuraikan juga cara-cara mengubah bahasa standard os windows 98 dari bahasa inggris ke bahasa indonesia. Pada bagian ini diuraikan pula cara akses shortcut ke sistem konfigurasi windows (control panel).

Membangun local area network
Untuk sesi ini, di jelaskan cara instalasi Lan dari mulai Install network adapter hingga membuat susunan kabel di rj-45. Selanjutnya adalah mensetting windows untuk dapat koneksi ke lan dengan system sharing (grouping) dan menggunakan system IP.

Mengamankan dan mengendalikan komputer pada jaringan lokal
Bagian pertama mengamankan disini adalah mengamankan windows dan aplikasi-aplikasinya. Cara pertama yang disarankan adalah menggunakan policy editor (poledit). Dan cara kedua adalah menggunakan register editor (regedit). Tentunya sebelum melakukan aktifitas tersebut harus dilakukan backup register (dengan export register) dan file ntuser(dot)dat dan ntuser(dot)ini.
Salah satu aplikasi yang dapat memaintain komputer lewat lan adalah remote admin (radmin). Cara instalasi dan penggunaanya juga dijelaskan pada bab ini.

Mengendalikan komputer antar kota
Bab ini mengulas instalasai dan pemakaian aplikasi symantec pcanyware, serta gabungan antara pcanyware dan radmin. Salah satu kemampuan pcanyware yang dapat dimanfaatkan adalah fungsi koneksi menggunakan system dialup, tranfer file dan chatting (antara client dan host). Salah satu kelemahan pcanyware adalah proses perubahan yang relatif lambat pada komputer host. Dengan menggabungkan aplikasi pcanyware dan radmin, seorang admin dapat terhubung dengan komputer beda kota lewat dialup serta dapat meng-admini komputer-komputer pada anak cabangnya menggunakan radmin.

Merekam, mengolah, dan menganimasikan tampilan di monitor
Salah satu aplikasi untuk mengcapture gambar pada dekstop adalah SnagIt. Alasan menggunakan aplikasi SnagIt adalah gambar type scrolling dapat dicapture oleh aplikasi, atau gambar bergerag juga dapat dicapture (tentunya tetap menjadi gambar diam). Sedangkan aplikasi yang berguna untuk merekam seluruh pergerakan dalam komputer adalah Camtasia Recorder. Hasil dari rekaman adalah dalam bentuk avi atau wmv. Apabila proses perekaman membentuk beberapa file avi, maka untuk menggabungkan file-file tersebut menggunakan aplikasi Camtasia Producer.

Mengoptimalkan penggunaan jaringan komputer
Proses selanjutnya adalah mengoptimalkan sumber daya yang ada, yaitu salah satunya menggunakan aplikasi web. Pada system operasi win 98 aplikasi web (web server) menggunakan aplikasi personal web server (PWS). Sedangkan untuk win 2000,XP atau 2003 aplikasi yang digunakan adalah Internet Information Service (IIS). Kedua aplikasi tersebut proses instalasi dan settingnya dijelaskan pada bab ini.
Salah satu aplikasi yang dapat membentuk sebuah halaman dalam bentuk albun foto adalah SuperJPG.
Pada bab ini juga dijelaskan beberapa aplikasi pendukung seperti winpopup  dan interchat yang berfungsi sebagai alat chatting antar sesama komputer.
Agar dapat melakukan surfing internet secara offline, maka salah satu aplikasi yang digunakan adalah surfoffline.
Selain aplikasi, pada sesi ini diperkenalkan juga sedikit bahasa pemrograman menggunakan bahasa php untuk form “input kritik dan saran”.

Sejumlah piranti lunak pendukung kerja EDP
Beberapa aplikasi penunjang untuk EDP diantaranya adalah:
LIve CD, Live cd adalah cd bootable. Salah satu cd bootable yang terkenal adalah Knoppix yaitu live cd berbasis linux. Manfaat dari live cd adalah proses booting dan aplikasi bersumber dari cd. Untuk live windows diantaranya adalah Windows Preinstalation Equipment (WINPE) dan BartPE.
Komponen yang melengkapi BarPe dalam bentuk plugin.
Aplikasi pendukung selanjutnya adalah AutoPlay Media Studio. Manfaat autoplay adalah, menyusupkan kode melalui file, panduan dalam bentuk movie, offline website, mini browser. Pada bab ini pula ditunjukkan cara memasukkan registry lewat cd autorun.
Selanjutnya pada bab ini dijelaskan cara-cara membentuk file exe dan memberikan password pada file exe.
Pada bab ini diuraikan juga salah satu aplikasi untuk mengubah cd audio menjadi format mp3 serta memotong-motong file mp3. Salah satu aplikasinya adalah AWMA.
Salah satu aplikasi yang akan sangat berguna adalah primoPDF. Aplikasi berguna untuk mengubah format dokumen menjadi file pdf. Pengubahan dokumen menjadi format pdf bertujuan untuk mengamankan dokumen tersebut.

Menguak rahasia microsoft access
Sebagai contoh kasus pada bab ini, digunakan aplikasi hotel yang menggunakan database access. Pada aplikasi access, setting dan password berada di file system(dot)mdw dan system(dot)mda. Cara paling mudah untuk membuka security adalah dengan aplikasi Advanced Office Passoword Recovery (AOPPR). Mengubah file mde menjadi mdb juga dijelaskan pada bab ini. Pada bab ini juga dijelaskan cara menggabungkan presentasi power point dengan access.

Secara umum buku ini cukup membantu terutama bagi mereka yang baru berkecimpung di dunia EDP atau IT. Kelemahan dari buku ini adalah masih banyak menggunakan aplikasi yang masih shareware. Nah tugas pembaca sekalian adalah mencari di internet aplikasi-aplikasi sejenis yang freeware. Sedangkan untuk mereka yang sudah biasa bergelut di dunia EDP atau IT, buku ini cukup baik sebagai sarana menambah wawasan.

Semoga tulisan diatas cukup membantu dalam memilih buku bacaan atau referensi

Ditulis dalam Resensi Buku. 2 Comments »

Pengalaman pertama bersama MX

Bertepatan tahun baru Imlek, mx yang sudah lama dirumah, mulai keluar rumah. Itupun sedikit memaksa. Ceritanya begini; setelah ku terima mx, STNK dijanjikan oleh pihak dealer YAMAHA 2 minggu kelar ternyata “meleset”. STNK jadi pada hari Jum’at (16-02-2007). Setelah kuterima STNK, ternyata plat nomor belum siap. Katanya sih kehabisan, tapi menurutku “alasan klasik”. Malah sempat saya tanyakan kepada delar “apa mungkin diakali saja sama samsat”. Tak tahulah, inilah kenyataan hidup di negeri Indonesia. Akhirnya dengan terpaksa, nomor saya buat sementara lewat jasa pembuatan plat nomor.

Ok, kita kembali ke MX. Hari minggu pagi MX saya siapkan untuk diajak jalan-jalan. Sebagai informasi. untuk pertama kali memakai MX ada beberapa pedoman di “manual book” yang perlu kita perhatikan. Diantaranya yaitu; 0-150 km, penggunaan grip gas maksimum adalah sepertiga bagian; 150-500 km, penggunaan  grip gas adalah maksimum setengah bagian; 500-1000 km, penggunaan grip gas maksimum adalah tiga perempat; dan setelah 1000 km bebas memainkan grip gas. Kemudian, untuk pertamakali pemakaian, setelah dipakai 1 jam, harus istirahat 5 menit. Demikian yang ada di manual book. Berbeda dengan saat beli megapro dahulu kala, di mana di manual booknya tidak ada proses enreygn. Gak apa-apalah, masing-masing pabrikan mempunyai cara masing-masing.

Pemakaian pertama, handling cukup lumayan, tarikan ok, walaupun terbatas hanya sepertiga bagian. tapi itupun sudah lebih dari cukup jika dibandingkan dengan megapro saya yang lama. Saat menikung, nikmat sekali. Secara umum handling dan manufer lebih dari cukup. Dari segi mesin, sepertinya tidak loyo, hal ini saya rasakan saat jalan menjanjak di purwosari arah malang, tentunya tetap dengan grip gas sepertiga. Saat melewati kemacetan menurutku sangat “amazing”, hal ini karena motor kecil dengan tenaga besar

Yang agak aneh rasanya adalah, proses memindahkan gigi. Tentunya ini memang saya dulunya biasa menggunakan motor type sport. Karena MX prosesnya pindah giginya adalah untuk naik kedepan semua, sedangkan turun kebelakang semua. Kemudian, suara mesin memang sedikit lebih bising, akan tetapi itu sudah demikian. Karena itu memang karakter MX CW.

Proses enreygn hari ini berakhir pada kilometer 151. Lumayan untuk hari ini. Yang pasti sudah bisa menggunakan grip gas hingga setengahnya.

Kesimpulan umum. Jika dibandingkan dengan megapro (megapro 2001), maka MX ini performansinya diatasnya. Masih bingung kecepatan berapa/ideal saat pindah gigi 2,3,4. Penggunaan gigi 4 sangat jarang untuk dalam kota, karena dalam kota, paling banter 60 sampai 70 km/jam.

Ditulis dalam Review produk. 1 Comment »

MERLION, I’M COMING

IMG_1018.JPG

Alhamdullilah,

Akhirnya bisa juga jalan-jalan lagi ke negeri tetangga. Perjalanan dimulai hari Rabu (31 Januari 2007), menggunakan Mandala dari Surabaya pada penerbangan 06.40. Perjalanan menuju Batam ditempuh sekitar 1 jam 55 menit pada ketinggian 29000 kaki menggunakan pesawat Boing 737-300. Setelah sampai di bandara Hang Nadim Batam, kita dijemput oleh mas febri (travel fantastik). Setelah istirahat sebentar untuk makan siang di rumah makan Padang, Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang ke Singapore. Untuk menyeberang kita kena fiskal sebesar 500 ribu rupiah (jika lewat bandara 1 juta rupiah). Seperti biasa, saat penyeberang, polisi Singapura menghentikan kapal kita untuk dicek. Tentunya masalah keimigrasian, ato mungkin narkoba, dan mungkin teroris. Setelah kapal merapat (di Harbour Front) kita pun turun dan siap dengan cek keimigrasian.

Salah satu trik masuk imigrasi Singapura adalah, jawablah seluruh pertanyaan dengan yakin dan mantab. Jika tidak bisa bahasa inggris, gunakan saja bahasa melayu. Karena di Singapura, bahasa yang lumayan besar adalah Melayu, Cina dan Inggris. Alamat tempat tinggal (saat di singapura harus jelas, kita saat itu nginap di Fragance Hotel Selegie). Jika memang kita berangkat dengan rombongan, katakan saja kita rombongan dan ada travel agent.

Sesampainya kita di Singapura. Salah satu hal yang cukup menarik adalah, segala informasi tentang Singapura, baik peta, calender of event, hotel dan yang lainnya tersedia di pelabuhan dengan data up to date. Setelah foto-foto sejenak kita langsung melanjutkan perjalanan menuju kota, karena kita sudah dijemput oleh travel agent di singapura (mr awen dan mr johan).

Setelah kita sholat di masjid singapura, kita pun melanjutkan perjalanan ke china town. Disana barang-barang lumayan ok, dan murah. Tapi karena waktu itu belum tuker uang, jadinya yah enggak beli deh. Untuk penukaran uang di Singapura (Rupiah ditukar ke $ singapura, dapet ditukar di banyak tempat).

Salah satu trik belanja di Singapura, adalah, jangan takut kurang uang dolar singapura, karena kita dapat menukar rupiah di banyak tempat di singapura. Ada beberapa ATM yang dapat diambil langsung dolar singapura, tentunya ATM dengan jaringan internasional (misal Visa atau Master Card). Atau mungkin jika menggunakan kartu kredit, kita bisa langsung gesek disana, tentunya tanyakan dulu kena charge 3% atau tidak. Jika barang yang kita beli cukup besar harganya kita bisa minta bukti pembayaran tax, dimana bukti tersebut dapat kita gunakan untuk ditukar dengan uang di bandara Changi (turis jika belanja tidak kena tax).

Satu jam telah berlalu di China Town. Selanjutnya kita menuju ke patung Merlion yang ada di pinggir sungai Singapura. Disana kita foto-foto lagi. Asyiik sekali viewnya. Banyak orang disana melukis atau menggambar.IMG_1012.JPG

Setelah asyik foto bareng Merlion, kita pun melanjutkan ke Sentosa Island. Di Sentosa Island pun ada patung Merlion. Patung ini lebih besar dari aslinya (yang asli ada di dekat sungai Singapura). Saya enggak tahu yang di Sentosa Island dibangun kapan?

Perjalanan menuju Santosa Island diteruskan menggunakan kereta gantung. Dari sana kita bisa lihat kota Singapura dari atas. Walaupun kereta gantung bukan merupakan kereta gantung ber-ac, namun asap polusi tidak terasa di kota singapura.

200701311623_00135.jpg IMG_1044.JPG

Sesampainya di Santosa Island kita foto-foto lagi , lihat-lihat dan dilanjutkan makan malam di pinggir pantai. Model makan malam adalah makan sepuasnya dengan membayar sekian dolar singapura per orang. Wah asyik sekali suasananya. Setelah makan malam kita lanjutkan acara jalan-jalan di Sentosa Island untuk menikmati music fountain. Music ini adalah semacam gabungan antara seni memainkan air mancur dan sinar laser. Peran utama di music fountain adalah Kiki “The magic of monkey”. Malam semakin larut, pertunjukan music fountain pun selesai. Saatnya kita pulang ke hotel.

Hotel tempat menginap ada di Fragrance Selegie Hotel, tempatnya lumayan bersih dan ditengah kota. Lokasi ada diujung Orchard Road, atau jika naik MRT turun di Little India.

Karena sehabis perjalanan jauh ditambah dengan city tour, akhirnya kita pun tidur dengan nyenyaknya (sampai-sampai lupa untuk mimpi :)).

Sehabis sarapan di hotel (sarapan tidak self service, tapi makanan dan minuman di sediakan dan layani oleh petugas hotel), kita pun meluncur ke SingTel. SingTel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di asia (mungkin di dunia). Di SingTel kita mencoba untuk melihat-lihat (benchmark) pelayanan di service point. Layanan di Service point dibagi bebera jenis. Diantaranya adalah, Layanan yang membutuhkan waktu yang cukup lama, pada layanan ini customer/calon customer dilayani oleh petugas dengan meja dalam posisi duduk. Kemudian layanan yang membutuhkan customer service tapi tidak membutuhkan waktu lama. Pada layanan ini Customer dan Petugas sama-sama berdiri. Kemudian layanan mandiri, disini customer dapat mengakses sendiri terminal-terminal yang telah disediakan. Dan yang terakhir adalah layanan pembayaran. Salah satu yang menarik di gedung layanan ini adalah, adanya tulisan yang mengajak customer “jika ada keluhan atau butuh informasi silakan menghubungi nomor tertentu”.
IMG_1126.JPG

Benchmark ke Singtel pun selesai, kita pun melanjutkan perjalanan untuk makan siang. Makan siang sama seperti sebelumnya, yaitu dengan motoda makan sepuasnya dengan membayar satu orang sekitar 10 dolar singapura. Kita makan siang di plasa Takashimaya lantai 3. Setelah makan siang, kita rehat sebentar untuk melaksanakan city tour lagi.

City tour selanjutnya adalah menuju Bugis, Sim liem dan Mustafa. Bugis, adalah salah satu tempat kita belanja untuk cari oleh-oleh. untuk pakaian dan tas kita bisa menawar. Salah satu tip menawar. Saat menawar barang, kita tanya fix pricenya berapa, dari sana harga kita tawar lagi hingga 5 dolar. Biasanya pada harga tersebut merupakan harga mepet (baik dari sisi pembeli maupun sisi penjual). Keluar dari bugis, kita langsung menuju ke Sim Liem, Sim Liem adalah salah plasa yang mengkhususkan pada barang elektronik. Karena harga barang elektronik Singapura dan Indonesia tidak beda jauh, maka kita enggak masuk kesana.

IMG_1180.JPG

Setelah sholat dan istirahat di masjid terdekat, tujuan selanjutnya adalah cari helm untuk sepeda motor. Helm dapat kita dapatkan di daerah Ah Boy. Pas rejeki, kita dapet teman dan singapura, sama-sama biker untuk diatar ke daerah Ah Boy. Sekalian aja kita minta tolong untuk ditawarkan harganya. Alahamdullilah akhirnya kita dapat menebus helm AGV Rossi Icon (walaupun dengan kartu kredit).

Karena proses yang agak lama di Ah Boy, kita pun ditinggal oleh rombongan. Tapi kita sudah janjian untuk ketemuan makan malam di Hotel Orchard Parade. Setelah segala seatunya beres, kita pun meluncur untuk makan malem. Kita meluncur menggunakan taksi. Karena pada saat itu jam sibuk pulang kantor, taksi yang kita lalui masuk ke jalur ERP. Dimana pada jalur tersebut taksi akan dikenai tambahan biaya 3 dolar.

Makan malam ganti suasana, tidak lagi sea food, tapi sekarang makan di rumah makan padang. Setelah makan malam, kita pun kembali ke hotel untuk acara bebas.

Pada saat yang bersamaan, di Singapura ada perayaan umat hindu india. Jalan-jalan dipenuhi oleh orang india. Aroma wangi-wangian dari penduduk india sempat bikin kepala pusing. Tapi karena malam itu adalah rencana malam terakhir di singapura, makanya kita tetap jalan-jalan. Jalan-jalan kita lanjutkan ke plasa 24 jam yaitu Mustafa. Mustapa adalah semacam plasa atau mall yang modelnya seperti supermarket tapi besar.

Jalan-jalan sampai jam 12 malam wib (jam 1 malam waktu singapura). Capek juga hari itu. Karena peralatan elektronik kita sudah mulai kritis batereinya, maka kita pun juga harus mulai ngecharge. Di Singapura, stop contact menggunakan “kaki tiga”, tapi ada sedikit trik bagi kita yang hanya memiliki steker dua kaki. Caranya adalah kita dorong bagian ground (atas) untuk membuka bagian fasa dan netralnya.200702020726_00151.jpg

Keesokan harinya kita siap-siap untuk check out. Setelah sarapan pagi hari kita sudah siap dengan perlengkapan menuju ke penyeberangan. Dan kitapun siap untuk menyeberang. Kembali ke tanah air. Sesampainya di Batam kita makan siang untuk siap-siap terbang kembali ke Surabaya.

Alhamdullilah, akhirnya kita selamat kembali ke rumah kita masing-masing sambil membawa oleh-oleh

200702070647_00159.jpg

JUPITER MX 135 CW

Siang tadi (sabtu, sekitar jam 12) Jupiter MX 135 CW. Dikirm langsung dari Dampit. Sekilas dari tampangnya, nih sepeda motor lumayan ok. Masalahnya hari ini aku enggak bisa nyoba jalan, karena enggak ada nomor yang bisa aku pakai untuk sementara jalan (walaupun hanya untuk isi bensin).

Setelah baca-baca manual booknya. Komentar yang muncul adalah, “Ini Sepeda Motor Yang Aneh”. Dari beberapa award yang ada, hingga pada puncaknya mendapatkan “Best of the Best 2006”. Justru yang aneh menurut saya adalah. Ini bebek kopling, mindah koplingnya maju semua (untuk naik) dan mundur semua (untuk turun). Apakah semua bebek kopling seperti ini?

Secara umum saya masih penasaran dengan performa yang dimiliki bebek “best of the best”. Tapi enggak apa-apalah hasrat itu musti ditahan hingga nomor dan stnk kendaraan nyampek di tangan.

(sebelumnya sempat lama pusing “vario or mx”, akhirnya mx)200701280040_00121.jpg

Powered by Zoundry

My First Bike is Polygon

Kenal pertama kali dengan sepeda polygon karena Bapakku punya polygon. Waktu pulang lebaran, dirumah kok ada sepeda keren. Dari tampangnya ajah keren. Setelah aku amati dalem-dalem sepertinya nih sepeda kualitasnya bakalan tinggi. Terus terang pingin juga beli nih sepeda, tapi rasanya aku dah gak mampu lagi naik sepeda (bobot sekitar 95 Kg, sudah gitu lebih dari 10 tahun enggak sepedaan). Takut pantat sakit (karena sadelnya kecil) dan kaki sudah kaku.

Seiring berjalannya waktu, mulai melupakan keinginan punya sepeda. Akan tetapi Aku ngerasa, badan ini makin enggak bugar aja, sedangkan olah raganya itu-itu saja (jogging dan jalan sehat) sangat membosankan. Ditambah lagi badan ini rasanya kegemukan dan susah sekali menurunkan berat badan. Bertepatan itu muncul lagi keinginan punya sepeda. Ditambah lagi teman-teman kantor mulai aktif lagi club sepedanya (TCC). Akhirnya cari referensi mengenai sepeda.

Beberapa hal saya jadikan referensi, kualitas, harga, kenyamanan, pelayanan, sparepart dan yang terakhir tentunya style. Akhirnya pilihan jatuh ke Polygon. Setelah menentukan merk, proses selanjutnya adakah menentukan model mana yang tepat buat aku (badan gemuk dan sedikit tinggi 93/171). Itu itu aku dibantu rekan kantor, adik, dan tentunya rekan rodalink Malang.

Tanya apa ajah dilayani, sampai dapet saran macem-macem. Awalnya yang dipilih adalah Quatro, tetapi setelah tanya kemungkinan upgrade ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan akan lebih baik masuk ke yang sudah status “ready” dan kalo mau upgrade gak butuh banyak (untuk pemula seperti saya). Maka pilihan jatuh ke Tyrano dx2.

200701140647_00109.jpg Alhamdullilah, akhirnya kudapatkan sepeda yang menurut saya sesuai dengan diriku. Sepeda aku dapatkan lewat rodalink malang pada tanggal 23 nopember 2006 dengan harga Rp 3.995.000,- dengan discount 5%. Setelah 13 tahun aku tidak bersepeda, dan ini adalah sepeda pertamaku yang aku beli pake gajiku.

Dan memang, hari pertama pake sepeda, pantat rasanya sakit. Dan sakitnya lebih kerasa ketimbang pegal di paha. Tapi untungnya beli sepeda yang lumayan ok (kualitas dan harga). Dengan spirit menurunkan berat badan dan merasa rugi beli mahal tapi hanya di taruh aja, maka tetap maju untuk latihan. Latihan-latihan awal dilakukan hampir tiap hari, kecuali hari Senin (karena Senin jalanan cukup crowded). Setelah beberapa minggu latihan, kini saatnya masuk ke test hasil latihan. Kebetulan pada saat itu ada event fun bike yang di diadakan oleh RRI (minggu 10 Desember). Dan hasilnya sangat memuaskan.

Kini banyak kemajuan sudah saya dapatkan, bersepada sudah hal yang sangat biasa (awalnya sangat tidak biasa). Rute kemanapun akan jadi tantangan tersendiri. Dan tentunya olah raga semakin fun aja dan berat badan terjaga di 88 kg.

menuju_ranupani.jpg

Pemilihan sepeda Polygon type tyrano dx2 benar-benar tidak salah. Memang nih sepeda sedikit aku paksa cara pakainya. Masuk ke medan apa saja, nanjak (menuju ranupani), offroad (saat fun bike), meluncur dengan kecepatan tinggi, pernah kejadian harus ngerem mendadak, dan tentunya bobot badan yang lumayan (88 kg). Tetap aja nih sepeda performanya ok. Fork, yang selalu dapat beban lebih tetap terjaga kelenturannya. Piringan ok (tidak goyang walaupun dipaksa genjot). Rem pakem (disk muka belakang), Shifter yang sering dipakai ok. Secara umum sepeda ini ok. Bahkan menurut saya, untuk sepeda yang dipakai untuk olah raga merupakan standard minimal. (itu menurut saya lho).

Kekurangan sepeda ini hanya satu, yaitu tapak ban yang cukup lebar, memang sepertinya sepeda ini dikhususkan untuk offroad. Tapi tentunya desainer dari Polygon yang tahu.

Menang tidak salah Saya pilih Polygon.

Powered by Zoundry

Ditulis dalam Review produk. 1 Comment »

Perjalanan Malang Jember

Perjalanan dari Malang ke Jember Aku lakukan di hari Rabu tanggal 10 Januari 2007. Rencananya berangkat sehabis shubuh (shubuh di malang sekitar jam 4 pagi). Tapi karena badan agak kurang enak, jadinya berangkat keluar dari rumah jam 6 kurang. Langsung menuju kantor untuk naruh kendaraan dan ganti angkot ke terminal. Nyampek terminal Arjosari sekitar jam 7 pagi, dan langsung menuju bus jurusan ke Jember. Akan tetapi rencananya mo turun di Probolinggo, karena biasanya bus akan “ngetem” lama di Probolinggo. Bus berangkat dari Malang sekitar jam 8.

Alahamdulillah, bus yang aku tempati adalah bus patas ac, jadinya yang namanya gerah, keringat dan asap rokok tidak ada. Sekitar jam setengah 12 siang, bus nyampek di Probolinggo. dan kemudian oper pake bus jurusan Jember. Wah lumayan juga perjalanan menuju Jember yang melalui Lumajang. Sampai Jember sekitar jam 1 seperempat siang. Sedihnya, bus yang aku tumpangi adalah bus non ac (memang agak susah dapet bus ac dari Probolinggo ke Jember). Yah begitulah soooo gerah and sooo bau asap rokok.

Selanjutnya pulang dari Jember bus (bus Dahlia/madjoe group) berangkat sekitar jam setengah sembilan malem. Perkiraan masuk Malang sekitar jam 2 ato setengah 3 pagi.

Sesuai rencana bayar bus sampai Probolinggo. Nyampe Probolinggo sekitar jam sebelas malem. Ternyata terminal Probolinggo pada jam itu, bus yang arah ke sby ato ke malang sepi, jadinya lebih baik aku tambah saja tiketnya, lagi pula sopir dan kernet lumayan kompak (kompak ngebut). Jadinya sampai Malang sekitar jam 1 malam. Seperti biasa, kalo udah diatas jam 9 malam, akan lebih enak naik ojek daripada naik angkot. Ojek 5000, angkot 3000 arah ke kantor buat ambil kendaraan. Maunya sih istirahat dulu tapi, mendingan pulang aja ke rumah sekalian mandi. Badan bau keringat, debu dan asap. Blass enggak enak baunya.

Powered by Zoundry

Ditulis dalam Jalan-Jalan. 1 Comment »

Lakukan Yang Terbaik

Tulisan ini saya peruntukkan bagi siapa saja yang bekerja di bidang Pelayanan. Dan tidak saya peruntukkan bagi “mereka” yang “berkuasa”. (tanya kenapa)

Tentunya sangat tidak menyenangkan mendapat perlakuan tidak enak. Misal punya barang sering rusak, punya perangkat sering gangguan. Caba mari kita rasakan atau bayangkan. “Seandainya itu terjadi pada diri kita”. Tentunya sangat meyebalkan.

Untuk itu. mari kita saling mengingatkan. “Lakukan Yang Terbaik”.

Karena orang yang sedang terganggu, tentunya sangat membutuhkan pertolongan. Terlepas apakah orang tersebut sedang marah atau tidak.

Dengan melakukan yang terbaik, didasarkan karena ibadah, tentunya akan memberikan hasil yang terbaik. Baik untuk diri sendiri, baik juga untuk orang lain

Powered by Zoundry

Ditulis dalam Inspirasi. 1 Comment »