My First Bike is Polygon

Kenal pertama kali dengan sepeda polygon karena Bapakku punya polygon. Waktu pulang lebaran, dirumah kok ada sepeda keren. Dari tampangnya ajah keren. Setelah aku amati dalem-dalem sepertinya nih sepeda kualitasnya bakalan tinggi. Terus terang pingin juga beli nih sepeda, tapi rasanya aku dah gak mampu lagi naik sepeda (bobot sekitar 95 Kg, sudah gitu lebih dari 10 tahun enggak sepedaan). Takut pantat sakit (karena sadelnya kecil) dan kaki sudah kaku.

Seiring berjalannya waktu, mulai melupakan keinginan punya sepeda. Akan tetapi Aku ngerasa, badan ini makin enggak bugar aja, sedangkan olah raganya itu-itu saja (jogging dan jalan sehat) sangat membosankan. Ditambah lagi badan ini rasanya kegemukan dan susah sekali menurunkan berat badan. Bertepatan itu muncul lagi keinginan punya sepeda. Ditambah lagi teman-teman kantor mulai aktif lagi club sepedanya (TCC). Akhirnya cari referensi mengenai sepeda.

Beberapa hal saya jadikan referensi, kualitas, harga, kenyamanan, pelayanan, sparepart dan yang terakhir tentunya style. Akhirnya pilihan jatuh ke Polygon. Setelah menentukan merk, proses selanjutnya adakah menentukan model mana yang tepat buat aku (badan gemuk dan sedikit tinggi 93/171). Itu itu aku dibantu rekan kantor, adik, dan tentunya rekan rodalink Malang.

Tanya apa ajah dilayani, sampai dapet saran macem-macem. Awalnya yang dipilih adalah Quatro, tetapi setelah tanya kemungkinan upgrade ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan akan lebih baik masuk ke yang sudah status “ready” dan kalo mau upgrade gak butuh banyak (untuk pemula seperti saya). Maka pilihan jatuh ke Tyrano dx2.

200701140647_00109.jpg Alhamdullilah, akhirnya kudapatkan sepeda yang menurut saya sesuai dengan diriku. Sepeda aku dapatkan lewat rodalink malang pada tanggal 23 nopember 2006 dengan harga Rp 3.995.000,- dengan discount 5%. Setelah 13 tahun aku tidak bersepeda, dan ini adalah sepeda pertamaku yang aku beli pake gajiku.

Dan memang, hari pertama pake sepeda, pantat rasanya sakit. Dan sakitnya lebih kerasa ketimbang pegal di paha. Tapi untungnya beli sepeda yang lumayan ok (kualitas dan harga). Dengan spirit menurunkan berat badan dan merasa rugi beli mahal tapi hanya di taruh aja, maka tetap maju untuk latihan. Latihan-latihan awal dilakukan hampir tiap hari, kecuali hari Senin (karena Senin jalanan cukup crowded). Setelah beberapa minggu latihan, kini saatnya masuk ke test hasil latihan. Kebetulan pada saat itu ada event fun bike yang di diadakan oleh RRI (minggu 10 Desember). Dan hasilnya sangat memuaskan.

Kini banyak kemajuan sudah saya dapatkan, bersepada sudah hal yang sangat biasa (awalnya sangat tidak biasa). Rute kemanapun akan jadi tantangan tersendiri. Dan tentunya olah raga semakin fun aja dan berat badan terjaga di 88 kg.

menuju_ranupani.jpg

Pemilihan sepeda Polygon type tyrano dx2 benar-benar tidak salah. Memang nih sepeda sedikit aku paksa cara pakainya. Masuk ke medan apa saja, nanjak (menuju ranupani), offroad (saat fun bike), meluncur dengan kecepatan tinggi, pernah kejadian harus ngerem mendadak, dan tentunya bobot badan yang lumayan (88 kg). Tetap aja nih sepeda performanya ok. Fork, yang selalu dapat beban lebih tetap terjaga kelenturannya. Piringan ok (tidak goyang walaupun dipaksa genjot). Rem pakem (disk muka belakang), Shifter yang sering dipakai ok. Secara umum sepeda ini ok. Bahkan menurut saya, untuk sepeda yang dipakai untuk olah raga merupakan standard minimal. (itu menurut saya lho).

Kekurangan sepeda ini hanya satu, yaitu tapak ban yang cukup lebar, memang sepertinya sepeda ini dikhususkan untuk offroad. Tapi tentunya desainer dari Polygon yang tahu.

Menang tidak salah Saya pilih Polygon.

Powered by Zoundry

Ditulis dalam Review produk. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “My First Bike is Polygon”

  1. adid Says:

    saya punya sepeda polygon operan gigi rusak, type operan giginya yg jadi satu dengan rem, dimana saya beli spare partnya, klo ada yg pnya, tahu, ke adid.parn@yahoo. trim,s


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: