Pengalaman pertama bersama MX

Bertepatan tahun baru Imlek, mx yang sudah lama dirumah, mulai keluar rumah. Itupun sedikit memaksa. Ceritanya begini; setelah ku terima mx, STNK dijanjikan oleh pihak dealer YAMAHA 2 minggu kelar ternyata “meleset”. STNK jadi pada hari Jum’at (16-02-2007). Setelah kuterima STNK, ternyata plat nomor belum siap. Katanya sih kehabisan, tapi menurutku “alasan klasik”. Malah sempat saya tanyakan kepada delar “apa mungkin diakali saja sama samsat”. Tak tahulah, inilah kenyataan hidup di negeri Indonesia. Akhirnya dengan terpaksa, nomor saya buat sementara lewat jasa pembuatan plat nomor.

Ok, kita kembali ke MX. Hari minggu pagi MX saya siapkan untuk diajak jalan-jalan. Sebagai informasi. untuk pertama kali memakai MX ada beberapa pedoman di “manual book” yang perlu kita perhatikan. Diantaranya yaitu; 0-150 km, penggunaan grip gas maksimum adalah sepertiga bagian; 150-500 km, penggunaan  grip gas adalah maksimum setengah bagian; 500-1000 km, penggunaan grip gas maksimum adalah tiga perempat; dan setelah 1000 km bebas memainkan grip gas. Kemudian, untuk pertamakali pemakaian, setelah dipakai 1 jam, harus istirahat 5 menit. Demikian yang ada di manual book. Berbeda dengan saat beli megapro dahulu kala, di mana di manual booknya tidak ada proses enreygn. Gak apa-apalah, masing-masing pabrikan mempunyai cara masing-masing.

Pemakaian pertama, handling cukup lumayan, tarikan ok, walaupun terbatas hanya sepertiga bagian. tapi itupun sudah lebih dari cukup jika dibandingkan dengan megapro saya yang lama. Saat menikung, nikmat sekali. Secara umum handling dan manufer lebih dari cukup. Dari segi mesin, sepertinya tidak loyo, hal ini saya rasakan saat jalan menjanjak di purwosari arah malang, tentunya tetap dengan grip gas sepertiga. Saat melewati kemacetan menurutku sangat “amazing”, hal ini karena motor kecil dengan tenaga besar

Yang agak aneh rasanya adalah, proses memindahkan gigi. Tentunya ini memang saya dulunya biasa menggunakan motor type sport. Karena MX prosesnya pindah giginya adalah untuk naik kedepan semua, sedangkan turun kebelakang semua. Kemudian, suara mesin memang sedikit lebih bising, akan tetapi itu sudah demikian. Karena itu memang karakter MX CW.

Proses enreygn hari ini berakhir pada kilometer 151. Lumayan untuk hari ini. Yang pasti sudah bisa menggunakan grip gas hingga setengahnya.

Kesimpulan umum. Jika dibandingkan dengan megapro (megapro 2001), maka MX ini performansinya diatasnya. Masih bingung kecepatan berapa/ideal saat pindah gigi 2,3,4. Penggunaan gigi 4 sangat jarang untuk dalam kota, karena dalam kota, paling banter 60 sampai 70 km/jam.

Ditulis dalam Review produk. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Pengalaman pertama bersama MX”

  1. akang ardan Says:

    iyaa.. betul itu mass..

    sya dlu jg ngerasainny..🙂

    sya tanding ma megapro, beda2 tipis aja..

    bbm sya dh setahun nii pake pertamax.. tarikan lbih terasa.. hehehee..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: